Rabu, 03 Mei 2017

Bagaimana cara mengolah data menggunakan pivottable

Menjawab pertanyaan dari beberapa kesulitan mengolah data excel dalam jumlah yang banyak.

Bagaimana harus mengklasifikasikannya (mengelompokkan) data yang berbeda dalam waktu yang cepat.
Berdasarkan pengalaman saya, bukan masalah data dalam jumlah besar (ribuan atau ratusan ribu data). Yang terpenting adalah kita tahu terlebih dahulu "hasil data" yang kita inginkan seperti apa.
Untuk mengolah data menggunakan pivottable, terlebih dahulu kita siapkan:
1. Data dalam bentuk excel dengan jenis yang sama (satu kategori)
2. Harus tahu tujuan nya

contoh: (data hanya illustrasi)














Pada persiapan data yang haraus diperhatikan
1. Data dimulai dari raw pertama (A1)
2. Beri judul pada setiap kolom

Icon Pivot ada disebelah kiri atas pada Insert

 Insert, Pivot Table (ada pivotTable dan PivotChat), pilih yang pivot Table

Akan muncul layar berikut
Letakkan crusor pada table/Range
Kemudian Drag pada kolom yang diinginkan (data yang ingin di gunakan)




Kenapa saya menggunakan kolom? sebenarnya menggunakan cell nya juga bisa, hanya saja saya mengantisipasi bila ada tambahan data saya tidak perlu lagi mengulang membuat pivotTable nya dari awal.




Langkah selanjutnya:
1. Pastikan data mana yang akan jadi Raw dan Column nya
2. Data yang akan kita "baca " apa
Catatan Value :
Value setting bisa disesuaikan (count, sum, average, max, min... ect)
Untuk merubahnya langsung tekan tombol segitiga disampingnya dan akan muncul "value field setting"

Dari data yang saya pilih menghasilkan "berita" sebagai berikut:



Cara membaca hasilnya tergantung dari masing masing pribadi.

Nah... mudahkan menggunakan pivotTable dan sangat membantu pekerjaan dengan data yang banyak.
Seperti yang awal saya katakan, apabila ada tambahan data, maka hanya tinggal klik kanan pada hasil pivotTable kemudian tekan refresh. Data akan terupdate otomatis.



Selamat mencoba..
Semoga bermanfaat..
Excel itu mudah

Anastasia Barbara Sutarti







Kamis, 02 Februari 2017

Berani Memulai

TARGET

Takut sama target. Iya banget..
Itu dulu. Padahal ya.. target itu justru yang jadi pemacu untuk melakukan usaha lebih. Ketika target bukan dijadikan "momok" tapi jadi afirmasi dalam diri, rasanya lain. Seperti menggetarkan seluruh potensi diri untuk melakukan lebih. 

Bukan hanya pebisnis yang memerlukan target. Bahkan ketika kita kuliah sekalipun target sudah pernah kita buat. Ya kan? harus sekian sks dalam 1 semester. Harus sudah skripsi di semester 8. Nah seperti itulah.. kalau tidak tercapai ya pasti ada konsekuensinya.


Beda rasanya kalau target sudah ditentukan oleh pihak lain dengan target dari dalam diri kita. Coba buat target untuk 1 minggu kedepan. Awalnya pasti akan binggung, apa yang akan ditargetkan. Hal yang paling mudah, bila pebisnis pasti ingin omset yang terus meningkat setiap harinya. Tuliskan dibuku khusus, (saya lebih suka menulis dibuku untuk hal ini ). Tuliskan sesuai dengan omset biasa, kemudian buat target hari berikutnya lebih tinggi dan seterusnya. Seluruh kreatifitas dan waktu seakan tercurah untuk meraih target. 

Week 1 tercapai week 2 tercapai week 3 tercapai.. lantas timbul pertanyaan. Apa target ku yang terlalu kecil? Bisa jadi usaha belum maksimal tapi target telah dicapai. segera upgrade target. Memang kita tidak bisa memaksakan hasil. Karena hasil sepenuhnya urusan Tuhan, tugas kita hanyalah usaha lenih baik, dan lebih baik. Target tercapai atau tidak, bukan semata dinilai dari nominal rupiah, tapi paling mudah memang dari nilai uang. Pemasukan bertambah, target tercpai.


Bulan berikutnya update target. Dengan membuat planing yg lebih tinggi dari sebelumnya. Disertai eksekusi dengan waktu lebih banyak. Setelah target berupa omset, tambahkan target membuat sesuatu yang lain (out of the box) kreatifitas kita di kerahkan. Kesuksesan sebenarnya adalah pengulangan kegiatan. Tentu akan jenuh, nah disinilah letak pemacunya. Sebelum rasa bosan menyerang dan terlanjur tertanam, segera cari inovasi. Bukan hal besar, mulai dari hal kecil. Tidak perlu banyak hal, karena bila terlalu banyak ide justru akan membuat terlalu lama berfikir dan melupakan eksekusi. Tidak perlu ide yang bagus. Tapi eksekusi yang cepat. 


Jangan takut dengan target dan upgrade target... bukan semata untuk nilai nominal rupiah yang lebih tinggi tapi target meningkatkan kualitas kerja meningkatkan potensi diri...

Selamat berinovasi dan jangan lupa eksekusi..

 

Anastasia BS

#belajarbisnis